Tempat tinggal untuk Student di Jerman

Kadang ada yang bertanya tentang tempat tinggal di Jerman untuk student, ada yang murah gak? atau harus sewa apartment sendiri? Di Jerman ada tempat tinggal khusus untuk student yang namanya Studentenwohnheim. Ada yang dari privat dan ada yang dari negara. Yang dari negara tentunya yang paling murah. Untuk Berlin sih, aku gak tau kota lain tentunya, setiap kota beda-beda harganya. Untuk Berlin, harga satu kamar Studentenwohnheim dari negara paling murah 200-250€, sementara harga satu kamar Studentenwohnheim privat paling murah 300-350€. Hanya tempatnya tentu terbatas. Semua student, terutama international student atau orang dari luar kota banyak yang mengejar kamar Studentenwohnheim, karena jauh lebih murah dibandingkan apartment atau tinggal satu rumah dengan orang lain yang kadang belum tentu nyaman. Maka dari itu, untuk bisa mendapat satu kamar Studentenwohnheim, kadang setelah daftar, masih harus menunggu 6 bulan sampai 2 tahun sampai dia bisa dapat kamar. Waiting listnya lamaaaaa. Dan tinggal di Studentenwohnheim ada batas waktunya, maksimal 5 tahun sudah maupun belum lulus, dan kalau udah lulus harus langsung cari tempat tinggal lain, gak boleh tinggal di Studentenwohnheim lagi kalau udah bukan student.

Selain Studentenwohnheim, tentunya bisa juga sewa 1 kamar dari apartment atau rumah orang lain yang kosong. Hah? Maksudnya gimana? Misalnya nih, ada seseorang yang sewa satu apartment dengan 3 kamar atas nama dia, tapi orang tersebut merasa 3 kamar kebanyakan untuk dia sendiri, jadi dia menyewakan satu kamarnya untuk dipakai orang lain. Nah, di Jerman banyak yang seperti itu, bahkan ada websitenya sendiri untuk cari tempat tinggal semacam itu, tinggal search aja di google namanya Wohngemeinschaft (WG) yang berarti apartment bersama. Untuk bisa masuk WG juga agak ribet karena tetep bersaing dengan orang lain yang butuh kamar, juga biasanya di wawancara dulu oleh penyewa utama apartmentnya. Tujuannya untuk melihat kecocokan aja, bakal oke gak nih kalau kalian tinggal bareng gitu. Harganya beragam, tergantung besar kamarnya, fasilitasnya, areanya. Paling murah sih 300an€ setauku.

Aku sendiri pernah tinggal di Studentenwohnheim 2 kali. Yang pertama dari privat dan yang kedua dari negara. Aku juga pernah tinggal di WG (Wohngemeinschaft) jadi aku tau perbedaan dan rasanya tinggal di ketiga tempat tersebut. Haha. Kalau Studentenwohnheim hampir sama entah dari negara atau privat. Hanya harganya yang beda, dari negara lebih murah dibandingkan privat. Untuk harga, harga yang paling murah biasanya hanya mendapat kamar aja. WC dan dapur barengan dengan orang lain. Terus juga, yang paling murah biasanya share WC dan dapur dengan 10 orang misalnya, tapi yang lebih mahal biasanya sharenya dengan 3-5 orang saja. Kalau memang kalian cukup tajir, bisa daftar Studentenwohnheim yang dikamarnya udah ada wc dan dapur kecilnya gitu. Rata-rata yang udah lengkap gitu harganya 400-500€ atau lebih. Juga jangan bayangin dikamarnya udah tersedia AC dll, tentu nggak. Di Jerman jarang orang pake AC, karena musim panasnya juga sebentar, sisanya dingin terus. Kalau Heizung atau pemanas ruangan sih udah pasti ada di tiap kamar, ada yang heizungnya di kamar, ada juga yang haizungnya central, maksudnya yang nyalain heizungnya petugas apartment kalau cuaca udah terasa dingin. TV dll juga tentunya gak ada, kalau mau ada tv, laptop ya tentunya beli sendiri dan pasang sendiri. Termasuk Wifi. Di Jerman, rata-rata orang punya wifi dirumah atau di kamarnya, karena disini gak seperti di Indonesia, ada yang jual paket internet 60gb misalnya, gak ada yang seperti itu, makanya agak susah kalau gak pasang wifi di rumah. Beberapa Studentenwohnheim juga ada yang menyediakan wifi, tapi kebanyakan sih wifinya lambaaaaattt.. Jadi kalau aku dulu sih pasang internet sendiri di kamar rata-rata 20€ perbulan lah. Bibliothek atau perpustakaan di Jerman juga rata-rata menyediakan internet yang cukup bagussss.. Jadi kalau kalian mau berhemat, gamau pasang internet ya bisa juga, ke bibli tiap hari, internetnya udah bagus.

Kalau tinggal di WG (Wohngemeinschaft) biasanya harganya tergantung areanya, di tengah kota ya tentu lebih mahal, kamarnya luas ya lebih mahal juga. Biasanya ada satu orang penyewa utama (Hauptmieter) di setiap apartment, nanti kita bayar uang sewa perbulan ke orang itu, orang itu yang bayar langsung ke pemilik apartmentnya. Kadang juga ada beberapa kejadian buruk kalau lagi sial dapat Hauptmieter yang gak bener, kita udah bayar perbulan, tapi ternyata uangnya gak disetor ke pemilik, jadinya ribut. Makanya kalau mau tinggal di WG juga harus agak berhati-hati. Banyak orang juga yang bikin WG sendiri, maksudnya, misalnya aku dan 2 temanku cari apartment 3 kamar, lalu nanti kami tinggal bersama di apartment tersebut. Lebih nyaman karena tinggal dengan orang-orang yang sudah dikenal, tapi gak jarang juga tinggal sama temen jadi masalah. Haha. Cuma, seperti yang udah aku ceritain di (Susahnya cari apartment di Jerman), cari apartment di Jerman gak mudah. Apalagi untuk bikin WG.

Setiap tempat ada plus minusnya, Kalau Studentenwohnheim kelebihannya ada privacy, lebih murah, gak perlu membersihkan WC dan dapur, beberapa ada yang udah disediakan tempat fitness atau ruang latihan musik di gedungnya, tempat cuci baju udah disediakan. Kekurangannya, WC dan dapur harus share dengan banyak orang kalau ambil yang murah, kadang orang lain pakai dapur sangat kotor dan udah gak tau lagi siapa yang bikin kotor, tempat cuci baju jauh dari kamar, lebih berisik, waiting listnya sangat lamaaaa. Kalau WG kelebihannya, share dapur dan wc dengan maksimal 3 orang, gak ada batas lama tinggal, kalau WG bareng temen lebih nyaman karena udah kenal, tempat cuci baju tidak jauh, bisa dapat lebih cepat. Kekurangannya, teman bisa jadi musuh, harus membersihkan wc dan dapur sendiri, beli alat-alat kebersihannya sendiri juga, kalau mitbewohnernya (orang yang tinggal di apartment yang sama, hanya beda kamar) orang yang suka party atau merokok jadi berisik dan bau, lebih harus berhati-hati, kadang Hauptmieter seenaknya sendiri, furnitur harus beli sendiri, karena kebanyakan WG kosong.

Kalau aku, lebih senang tinggal di Studentenwohnheim waktu masih student. Ada privacy, gak akan ribut dengan teman atau orang lain. WG bareng temen mungkin menyenangkan, tapi seperti yang sudah aku tulis diatas, bisa jadi masalah juga, seperti misalnya temanmu perfeksionis, segalanya harus sangat bersih, sementara kamu orang yang jorok, dll. Akhirnya jadi masalah, pertemanan pun hancur. Haha. Apalagi kalau dapet mitbewohner bukan orang indo yang seneng party atau merokok, habislah. Pasti berisik, bau, kotor. Hahaha. Sekian ceritaku, tentunya tiap orang berpikiran beda-beda untuk tinggal dimana.

Our Instagram:

View this post on Instagram

#görlitz #germany #deutschland #shotonsamsung

A post shared by Caro & Bram (@caroandbram) on

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s