East Germany Road Trip

Setelah 6 bulan gak kemana-mana karena adanya covid, akhirnya minggu lalu aku dan Bram liburan sebentar ke daerah Jerman timur. Kami road trip dengan mobil untuk pertama kalinya. Biasanya kalau liburan naik pesawat atau kereta, baru kali ini Bram bawa mobil sendiri dan nyetir full. Tadinya kami ingin pergi ke daerah Bayern, daerah selatan Jerman, tapi setelah kami baca-baca di internet, daerah Bayern kenaikan covidnya masih cukup tinggi, sehingga kami memutuskan untuk ke daerah timur aja yang angka covidnya masih rendah.

Bad Muskau

Kami road trip selama 3 hari aja, hari pertama kami mulai tentunya dari Berlin. Kami berangkat pukul setengah 9 pagi menuju ke Bad Muskau. Perjalanan dari Berlin menuju Bad Muskau memakan waktu sekitar 2 jam. Saat ini di Eropa hampir memasuki musim gugur, jadi udara cukup segar, gak panas, gak dingin. Perfect. Matahari terbit sekitar pukul 6 pagi dan terbenam kira-kira pukul 7 malam, jadi punya cukup banyak waktu juga untuk keliling kota. Di Bad Muskau, ada taman dan castle yang masuk kedalam UNESCO Heritage Site, namanya Muskauer Park. Kami mengunjungi park tersebut, masuknya gratis. Tamannya juga sangat terawat dengan bunga-bunga yang indah di berbagai tempat di dalam taman. Di tengah taman ada castle cantik berwarna merah yang dikelilingi sungai di sekitarnya. Di dalam castle, selain museum juga ada cafe dan tempat jual merchandise. Banyak pasangan orang tua yang datang kesana untuk sekedar ngafe aja. Hehe. Kalau kami sih hanya untuk foto-foto aja. Parkir dikenai biaya, kalau 1 jam 1,5€, 2 jam 2,5€, selama mungkin 5€. Kami hanya ambil yang 2 jam aja karena kami masih mau ke tempat lain. Setelah puas berkeliling di taman, kami melanjutkan perjalanan lagi. Oya, karena Muskauer Park ini berbatasan langsung dengan Poland, maka sinyal handphone dapetnya dari Poland, which is harus nyalain roaming biar bisa tetep pake internet. Untungnya sim card Jerman udah flat di seluruh EU, jadinya walaupun nyalain roaming, biayanya tetep sama seperti di Jerman.

Görlitz

Sebenernya masih ada satu tempat menarik lainnya di dekat Bad Muskau, hanya 15 menit dengan mobil, namnya Kromlau. Taman di Kromlau tersebut cukup terkenal. Kalau ada yang pernah lihat foto di suatu taman dengan jembatan setengah lingkaran dan bayangan diatas air yang membuat jembatannya terlihat seperti satu lingkaran penuh, itu dia. Jembatan tersebut adanya di Kromlau. Sayangnya, karena sebelumnya kami sudah google terlebih dahulu tempat-tempat tujuan kami, kami tahu kalau jembatannya sedang di renovasi sampah akhir tahun 2020 ini, jadi kami membatalkan perjalanan kesana dan langsung menuju Görlitz. Aku tau kota Görlitz ini hanya dari internet waktu sedang search perjalanan road trip terdekat dari Berlin, Görlitz masuk salah satunya dan terlihat indah, jadi kami memutuskan untuk kesana juga. Görlitz cukup menarik, salah satu kota tua di Jerman juga, Görlitz juga kota yang terletak di paling timur Jerman sehingga berbatasan langsung dengan Polandia. Jerman dengan Polandia hanya dibatasi oleh sebuah sungai, nah di kota Görlitz ini ada jembatan yang menghubungkan keduanya, jadi kamu bisa taruh satu kaki di Jerman dan satu kaki di Poland. Haha. Tapi jembatannya gak bisa dilalui mobil, hanya untuk pejalan kaki dengan banyak CCTV di sekitar jembatan. Kami menginap di Görlitz untuk 1 malam saja. Karena bawa mobil, kami mencari penginapan yang menyediakan tempat parkir, kalau bisa yang parkirnya gratis. Maka kami memilih untuk menginap di Best Western Hotel Via Regia yang parkirnya gratis dan gak jauh dari city center.

Dresden

Paginya, kami berangkat menuju ke Dresden. Perjalanan dari Görlitz ke Dresden kira-kira 1,5 jam. Kami sebenernya udah pernah 2x ke Dresden, tapi karena mau jemput temen yang mau ikut road trip kami juga, dan orangnya tinggal di Dresden, dan tujuan akhir kami hari ini kebetulan juga bisa lewat Dresden, jadi kami lewati Dresden sekalian jemput temen tersebut. Karena dia tau kalau kami pernah ke Dresden sebelumnya, dia mengajak kami ke sebuah castle yang berada agak jauh dari city center Dresden, namanya Schloss Pillnitz. Castlenya bagus, tamannya juga terawat. Tapi ada biaya masuknya, 3€ per orang. Kalau mau masuk ke museum yang ada didalamnya juga jadi 5€ per orang. Kami hanya beli tiket yang 3€ karena gak berencana liat museumnya. Schloss Pillnitz ini juga berbatasan langsung dengan sungai Elbe yang terkenal. Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan menuju city center Dresden sekalian makan siang disana. Perjalanan dari Pillnitz ke city center menghabiskan waktu selama 30 menit. Di Dresden, kami hanya makan siang di sebuah chinese restaurant yang bernama Mandarin Restaurant, harganya murah, rasanya juga enak. Lalu foto-foto sebentar di Dresden dan langsung melanjutkan perjalanan akhir kami hari ini ke Leipzig.

Leipzig

Lama waktu perjalanan dari Dresden ke Leipzig juga kira-kira 1,5 jam. Dari awal aku memang sudah tidak terlalu mempunyai ekspektasi tinggi untuk kota ini. Haha. Ya,menurutku kota Leipzig biasa aja sih, ya kota gitu, dimana banyak tempat shopping, orang-orang belanja, nongkrong. Tapi selebihnya biasa aja. Ada juga satu gereja dimana komposer terkenal Johann Sebastian Bach dikuburkan, nama gerejanya St. Thomas Church. Bisa masuk kedalamnya untuk melihat kuburannya atau beli merchandise Bach di dalam gerejanya juga. Tapi kami gak masuk ke dalam karena sudah lelah. Jadi hanya berfoto di depan gerejanya saja. Setelah itu, kami langsung menuju hotel untuk beristirahat. Malam ini kami menginap di Stern Hotel. Hotelnya terletak cukup jauh dari city center, sekitar 15 menit dengan mobil, tapi parkirnya gratis. Haha.

Lutherstadt Wittenberg

Paginya, kami melanjutkan perjalanan ke Lutherstadt Wittenberg. Perjalanan dari Leipzig ke Wittenberg memakan waktu sekitar 2 jam. Kota ini cukup terkenal di kalangan orang-orang beragama Protestant, karena disinilah Martin Luther mereformasikan agama Kristen Protestan untuk pertama kalinya. Tempat ini juga terdaftar sebagai UNESCO Heritage Site. Di antara semua kota yang kami kunjungi pada road trip kali ini, aku paling suka dengan kota Wittenberg ini. Bukan karena unsur agamanya tapi memang kotanya cantik. Aku suka tipe kota tua yang berwarna-warni, dan disini bisa aku temui. Kotanya juga rapi dengan bunga-bunga. Kesannya, kayak difoto di sudut manapun akan bagus hasilnya. Haha. Tourist site nya tidak terlalu banyak sebenernya, kami berjalan di old town dari awal sampai akhir hanya sekitar 1 jam totalnya kalau gak masuk-masuk ke toko dan foto-foto. Tapi kotanya sendiri udah cantik. Jadi berasa seru aja. Haha. Udah puas foto-foto sih, kami langsung melanjutkan perjalanan pulang lagi ke Berlin, temanku pulang ke Dresden lagi. Kalau ada yang bertanya-tanya, kenapa kami gak pake masker, karena itu kebijakan Jerman. Kalau ditempat outdoor gak perlu pakai masker, tapi kalau ke tempat indoor, supermarket atau masuk toko wajib pakai masker. Sekian cerita liburan singkat kami.. 🙂

Our Instagram:

View this post on Instagram

#badmuskau #deutschland #germany #shotonsamsung

A post shared by Caro & Bram (@caroandbram) on

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s