Our Wedding Reception Story (cerita resepsi pernikahan kami)

Karena minggu lalu aku udah cerita tentang pemberkatan pernikahan kami (Our Holy Matrimony Story (Cerita Pemberkatan Pernikahan kami)), kali ini, aku mau bercerita tentang acara resepsi pernikahan kami. Agak sulit sejujurnya untukku cerita tentang ini, karena mungkin resepsi pernikahan ini adalah satu event di kehidupanku yang kalau bisa aku hapus dari memori di kepalaku. Hahaha. Seburuk itukah? Apa karena aku nyesel udah nikah sama Bram? tentu nggak lah ya. Haha. Tapi karena menurutku terlalu banyak hal yang gagal dalam acara tersebut, dan sebagai seorang yang cukup perfeksionis, agak susah untukku menerima hal tersebut.

Yang sering baca blog kami pasti tau, aku berasal dari Bandung dan Bram berasal dari Surabaya. Resepsi pernikahan kami adakan di Surabaya. Seperti yang aku ceritakan di cerita pemberkatan kami, kami udah gak punya banyak teman di Indo karena udah cukup lama tinggal di Jerman, jadi gak banyak orang yang bisa kami tanya. Kami cari event organizer dll sendiri, hanya cari-cari lewat instagram. Ada beberapa EO yang cukup menarik perhatianku, dan kontak mereka aku berikan kepada mamanya Bram. Singkat cerita kami mendapat satu EO yang ternyata inilah yang menurut kami jadi penyebab gagalnya acara kami. Ya tapi tentunya semua sudah Tuhan yang atur, acaranya memang harus seperti itu ya sudah. Aku gak akan tulis terlalu panjang tentang bagaimana kami mendapat EO, yang pasti kalau ada yang sedang merencanakan pernikahan, cari EO harus serius, karena EO adalah kunci dari suatu acara, apalagi kamu tinggalnya gak di kota yang sama dengan EOnya seperti kami.

Kami ambil satu paket lengkap di EO tersebut sehingga foto, video, musik, dan MC sudah termasuk dalam paket. Untuk musik dan MC, kami senang dengan mereka, cicinya baik dan mudah untuk komunikasi dengan dia tentang apa yag kami inginkan. MCnya standar lah. Yang paling membuat kami kecewa adalah fotonya. Dari ribuan foto, gak ada satupun foto yang bagus. Entah fotonya buram, terlalu gelap, terlalu terang, bahkan miring-miring. Semua foto yang ada di post ini, udah aku edit lagi sebelumnya, aku bikin lurus, aku terangkan, crop, dll, sehingga hasilnya jadi lumayan. Haha. Kalau kalian baca blog sebelumnya, semua foto di kebaktian pemberkatan itu, gak ada satu foto pun yang aku edit. Aku post apa adanya karena foto-fotonya memang sudah superb. Tapi di post kali ini, semua fotonya harus aku edit satu persatu.

Keluarga kami

Untuk venue atau tempat, kami memilih di Mercure Hotel Grand Mirama Surabaya. Tempatnya bagus, gak terlalu besar, tapi cukuplah dengan undangan kami yang totalnya mungkin hanya 150 undangan. Kami mengadakan acara bukan di ballroomnya tetapi di restaurantnya. Kami booking hotel tersebut pada awal tahun, saat aku dan Bram sedang liburan di Indo sekalian sangjit itu. Cerita sangjitnya juga udah aku tulis di blog. Tadinya kami ingin mengadakan pernikahan pada tanggal cantik 20.02.2020, dan sayangnya saat itu ballroomnya sudah ada yang booking, jadi kami lihat-lihat tempat lainnya, karena kebeulan di Mercure Grand Mirama ada 3 tempat yang bisa dijadikan venue pernikahan. Selain ballroomnya, ada chinese restaurantnya juga, untuk yang mau mengadakan pernikahan dengan tata cara makan meja, atau di restaurantnya. Kami akhirnya memutuskan untuk mengadakan resepsi di restaurantnya, karena cukup cantik, kami juga booking area kolamnya, kami berencana untuk melakukan banyak hal di spot-spot berbeda, maksudnya gak selalu dipajang didepan. Misalnya wedding kissnya di area kolam, dll. Itu yang kami rencanakan. Tapi akhirnya, karena satu dan lain hal, weddingnya kami majukan ke tanggal 29.12.2019. Tapi venuenya tetap di restaurant hotel Mercure.

Makeup dan hair do, gaun dari Heru di jalan Pucang kalau gak salah. Itu semua sudah dipilihkan mamanya Bram, jadi kami ikut aja. Pilihan gaunnya gak terlalu banyak, tapi aku menemukan satu yang cukup oke. Make-up dan rambutnya bagus. Bunga, mobil pengantin, baju untuk adik dan mama mama juga sudah include semua, jadi gak ribet lagi. Hanya menurutku pilihan gaunnya terlalu sedikit. But is oke.

Kami juga mengambil paket dari hotel, sehingga decor, makanan sudah include semua. Tapi dekor yang sudah termasuk dalam biaya hanya sedikit. Hanya gate dan layar sederhana. Jadi kami ambil dekor dari hotel, tapi kami tambah-tambah lagi untuk photo area, gate dan backgroundnya juga yang gak terlalu sederhana, lightingnya juga ditambah, tentunya dengan biaya tambahan lagi. Cicinya ribet. Satu hal yang aku dapatkan. Haha. Banyak hal yang aku inginkan gagal ahirnya karena dekornya, misalnya aku ingin masuknya lewat pintu samping, foto-foto ditaruh disana, dll. Terus kami bertanya juga, kan caranya bulan desember, kalau hujan gimana? terus dia jawab, pake pawang aja kalau takut. Yaelah. Padahal area outdoornya juga gak banyak, bisa diakalin, tapi singkat cerita, males debat, juga karena keputusan bukan ditanganku, ini juga bukan kotaku, aku gak kenal siapapun, akhirnya semua dekor didalam, bahkan pintu masuknya didalam juga, area kolam jadi gak terpakai padahal udah bayar ekstra, photo areanya juga jadi gak kelihatan akhirnya karena semua orang masuk lewat dalam, rencana kami untuk roam sana sini dan lain lain yang ga bisa disebutin satu persatu. Intinya failed. Hahaha.

Makanan dari hotel sih oke, kami mendapat food testing juga. Bulan Agustus saat aku ke Indonesia, kami diundang sekali untuk food testing juga kalau mau menambah jenis makanan. Untuk makanan sih kami puas. Pilihannya banyak dan semuanya rasanya enak.

Hari H, acara kami mulai pukul 19.00, aku dan mama-mama, adik-adik bersiap untuk makeup sekitar pukul 12 siang. Kami sampai di hotel sekitar jam 17.00. Gladi bersih, foto-foto dulu sampai pukul 18.30. Jadi ingat, kami inginnya standing party karena tempatnya gak terlalu besar. Saat meeting pertama katanya bisa standing party tapi di meeting bulan agustus diganti, katanya gak bisa full standing, hanya beberapa meja dan kursi akan dihilangkan. Aku saat itu agak ragu jadinya, inginnya ganti tempat, karena banyak yang ingin kami lakukan seperti misalnya nyanyi bareng atau nari-nari, kami juga ingin bisa mingle, gak hanya dipajang didepan. Tapi akhirnya jadi gak bisa karena tempatnya jadi agak penuh karena meja kursi. Tapi yasudah, memang harusnya demikian. Bukan keputusanku dan bukan kotaku. Hahaha.

Acara mulai dengan lancar, kami bisa nyanyi di awal sesuai yang kami rencanakan. Tapi saat sudah didepan, ada satu hal yang sangat menarik perhatianku. Di dalam restonya memanga da sekatnya, dan aku udah bilang ke EO sebelumnya, ingin pasang 2 layar yang ditaruh di luar dan di belakang yang menampilakn seluruh acara kami. Jadi, orang-orang yang gak dapat tempat didalam, atau di belakang tetap bisa menonton acara kami lewat layar. Karena kami gak menggunakan panggung, aku pikir, agar semua bisa tetap menikmati acaranya dimanapun mereka berada. Sekat didalam resto tersebut berada tepat ditengah, dan yang gak aku ngerti sampai saat ini, kenapa EO pasang layar ditengah sekat itu dan yang ditampilkan sepanjang acara adalah foto-foto dari prewed kami dan diarahkan kearah panggung, jadi hanya aku, bram dan keluarga kami yang ada di depan yang bisa lihat. Kan tolol ya. Dengan adanya layar juga membuat orang-orang gak bisa menonton acaranya, kecuali orang-orang yang maju kedepan. Terus waktu aku tanyakan ke EOnya, dia hanya jawab sambil lalu dan tertawa. ‘kan emang gak ada livenya lin. Hahaha’ aku kayak… what? terus yang selama ini aku jelasin untuk apa? OMG. Emosi lagi. Haha. Sisanya sih yaudah lah ya..

Wedding kiss

Waktu makan, tentunya untuk keluarga sudah disediakan meja panjang unutk keluarga. Tapi gak ada makanannya. Kan sekali lagi, tolol ya. Dimana-mana itu hal yang lumrah untuk sebuah EO untuk memberi tahu bagian dapur atau bagaimanapun untuk menyiapkan makanan di meja kami juga. Waktu aku tanyakan ke EO, mereka hanya bilang, ambil sendiri. Lah gimana ambilnya aku pake gaun gini, jalan aja susah. Mama mama dan adik.adik juga sama. Terus aku bilang begitu, dan akhirnya koko EOnya bilang yaudah tunggu ya, kami ambilin. OMG. Intinya acara resepsi di Surabaya menurutku failed. Hahaha. Tapi yang lalu biarlah berlalu, mau weddingnya sebagus apapun, yang terpenting after weddingnya kok. Hidup kami yang baru dimulai sebagai suami istri. Biarlah weddingnya jadi satu kenangan aja untuk kami. Sekian. 🙂

Our Instagram account:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s