Travelling backpacker Eropa tanpa agen ala kami

Kalau kamu sering baca blog kami, mungkin kalian juga tau kalau aku dan Bram seneng jalan-jalan, bahkan saat kami masih student. Pertanyaannya, memangnya gak mahal ya? Bukannya student biasanya gak punya uang? Kalian tajir ya, sering jalan keluar negri. Yaelah.. Kaga tau aja lo gimana usahanya. Hahaha.

20200307_070350

Kami sih biasanya bikin rencana kasar dulu gitu, misalnya tahun ini mau kemana, pilihannya ke Indo atau jalan-jalan. Kalau kami pilih ke Indo, yaudah jadinya tahun itu kami gak jalan-jalan. Di Berlin aja. Uang jalannya buat ke Indo doank, karena ke Indo tuh budgetnya mesti banyak coy. Walaupun di Indo gak semahal Eropa, tapi disana ada keluarga yang secara kultur Indonesia tuh mesti dikasih oleh-oleh, atau waktu disana tuh kayak beberapa kali pasti jajanin sodara-sodara atau apalah. Terlalu banyak biaya tak terduga yang harus dikeluarin kalau pulang kampung. Intinya gitu.

Kalau gak ke Indo, biasanya kami nentuin mau ke negara mana aja. Berhubung kami punya cuti 5 minggu tiap tahunnya, biasanya kami bagi 5 minggu ini jadi 2 minggu di spring, 2 atau 1 minggu di summer atau fall dan 1 minggu di winter. Travelling di Eropa sebenernya paling enak waktu summer. Kenapa? Mataharinya lamaaaaa.. Matahari waktu summer terbit bisa paling cepet jam 4 pagi dan terbenam paling lama jam 22 bahkan 22.30. Jadi, waktu untuk explore satu kota itu juga bisa lebih puas, foto-fotonya bisa lebih puas karena mataharinya ada terus. Tapi, summer itu panas banget, itu yang gak aku suka, jadi karena mataharinya panjang, panas seharian, berasa lebih gampang capek. Terus juga, di Eropa waktu summer, sekolah, uni libur hampir sebulan. Jadi banyak yang pakai waktu summer buat liburan keluarga. Rata-rata yang udah berkeluarga ambil cuti di summer. Sehingga, summer itu adalah high season di Eropa. Kalau di Indo kan high seasonnya waktu lebaran ya, disini waktu summer. Harga tiket pesawat, kereta atau apapun itu bisa 2x lipat, lalu di semua tempat yang touristy penuh manusia. Kami pernah ke Italy waktu summer. Mau mati rasanya. Udah panasnya gigit kulit banget, dimana-mana penuh orang, jadinya capek seharian rasanya, mau ngapa-ngapain susah.

Jadi, tips dari aku kalau mau travelling di Eropa sih, kalian beneran harus perhatiin musim dan waktu-waktu high season. Kalau yang ber-budget minim seperti kami, ya hindari summer, kami biasanya jalan tepat setelah liburan summer berakhir. Jadinya udah gak terlalu ramai, harga tiket mulai kembali ke normal, tapi matahari masih cukup lama dan udah gak terlalu panas. Selain summer, high season di Eropa tuh saat natal akan datang. Desember. Mulai tanggal 13 kira-kira, sampai Januari tanggal 7 lah, walaupun mungkin harga hotel normal, tapi tiket bisa sampai 2x lipat juga. Karena orang Eropa rata-rata pulang kampung bertemu keluarga saat christmas. Jadi harga tiket mahal. Terus kapan lagi? Terus, saat spring biasanya harga lebih mahal daripada biasanya, apalagi kalau tujuan kalian ke negara yang ber-tulip seperti Belanda gitu,

Terus yang murah kapan donk? Valentine. Seriously, gak tahu kenapa, waktu valentine harga tiket seringkali murah. Entah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya atau pada hari-h. Terus juga, cari waktu dimana orang kerja, bukan waktu liburan. Biasanya jadi jauh lebih murah dan gak ramai. Juga saat winter, sekitar bulan november, Itu juga cukup murah, karena cuaca dingin, pohon-pohon sudah gugur, matahari muncul sebentar. Hahaha. Atau akhir Januari – awal Februari juga lebih murah karena disitulah biasanya puncak winter, lagi dingin-dinginnya dimana orang malas keluar, terus baru keluar uang banyak karena bulan Desember dipakai pulang kampung. Haha.

Tapi yang paling penting sih tetap saja, sering-sering liat harga tiket di internet. Jangan lupa pakai incognito window biar gak ke-track kamu search penerbangan kemana, karena kalau si internet tahu nih, banyak orang cari penerbangan kemana waktu tanggal tertentu, harga-harga bisa mendadak naik. Jadi aku seringkali pakai incognito biar kalau masih gak yakin, bisa bolak-balik lihat tanpa takut ke-track.

Kalau di Eropa sih, penerbangan termurahnya adalah Ryan Air dan Easy Jet, itu penerbangan sejenis Air Asia lah. Dan di websitenya, kamu bisa pilih pencarian dengan harga termurah. Jadi kalau pilih yang itu, pada awal pencarian, dia akan bertanya berapa budget yang dimiliki. Kalian bisa pilih mulai dari dibawah 20€ sampah dibawah 150€ kalau gak salah. Lalu, misalnya aku pilih yang under 20€, setelah itu dia akan menampilkan penerbangan kemana saja dari Berlin yang harganya dibawah 20€, misalnya sudah ada salah satu kota yang menarik untuk kamu, harganya juga pas, bulannya juga cocok, klik, lalu dia akan menampilkan pada bulan tersebut, tanggal dan hari apa harga termurah itu berada. Kalau cocok ya langsung beli aja. Kami sih gitu ya, tapi gak bisa disamakan juga, karena kami memang tinggal disini yang jadinya bisa sewaktu-waktu pergi kalau lihat tiket murah. Hehehe. Tapi is oke lah ya, jadi kalian tahu juga triknya kalau sewaktu-waktu kalian tinggal di Eropa untuk waktu yang lama misalnya.

IMG_1853

Lalu, kami juga seringkali pergi menggunakan flixbus. Flisbus ini murah. Harga satu kali jalannya bisa hanya 10€. Tapi ya tentunya jauh lebih lama. Naik bis gituloh. Tapi, untuk orang-orang yang memegang motto YOLO atau You Only Live Once seperti kami, kami sih rela pergi malam, terus tidur di bis, sampai di salah satu kota pagi harinya lalu explore kota seharian, malamnya pulang Berlin lagi. Hahaha. Hidup travelling kami memang agak keras tapi menyenangkan.

Kalau sudah memilih mau naik apa, selanjutnya tempat menginap. Ini untuk setiap orang beda-beda. Kalau kami sih lebih senang di hotel, karena kami bisa menitipkan koper tanpa perlu bayar ekstra. Karena seringkali kami memilih perjalanan dimana kami sampai sangat pagi dan baru pergi lagi malamnya, yang kami pikir, kalau kami harus menyewa loker untuk koper, berarti kan ada budget ekstra lagi yang harus dikeluarkan, apalagi di Eropa kebanyakan loker diberi waktu. Kalau lebih dari waktu yang ditentukan harus bayar ekstra. Terus juga kami pikir, kalau jalan-jalan kami lebih seringnya cari makan di luar atau beli di supermarket, jadi dapur tidak terlalu dibutuhkan. Paling kami bawa Indomie, lalu kami makan hanya dengan diseduh air panas dan alat untuk masak air panas biasanya di hotel sudah disediakan, seandainya tidak ada pun, kami bisa minta air panas ke reception, jadi lebih simple menurut kami.

Tapi kami juga tentunya membandingkan terlebih dahulu harga Airbnb dan Hotel. Hotel biasanya kami lihat di booking.com. Kalau airbnb sih tentu aja di websitenya langsung. Kadang harga Airbnb lebih murah, tapi tempatnya terletak di ujung kota dan yang ditengah kota harganya hampir sama dengan hotel. Kalau sudah begitu sih kami biasanya langsung pilih hotel. Airbnb menurutku kelebihannya hanya ada dapur dan kadang juga ada mesin cuci. Banyak juga Airbnb yang bisa langsung masuk hanya dengan menggunakan kode pintu. Tapi kekurangannya, ya salah satunya tidak bisa titip barang, kadang pemiliknya sulit di kontak, kalau yang gak sewa satu rumah juga berarti wc nya bareng dengan tamu lain, kalau Airbnb nya ada di ujung bumi, jatuhnya jadi lebih mahal dibandingkan hotel karena biaya transportasi ke kota aja udah berapa, sementara tempat-tempat menarik untuk turis kebanyakan berada di tengah kota. Maka dari itu kami lebih sering menginap di hotel.

Sisanya sih, kalau soal makan kami biasanya pilih, mau makan berat siang atau malam. Pagi biasanya kami hanya makan roti yang dibeli di supermarket, siang atau malam makan proper cari resto atau tempat makan yang mengenyangkan, lalu makan sekali lagi biasanya hanya snack yang kami lihat menarik di jalan, atau ya cari lagi ke supermarket. Atau kalau budget cukup, ya bisa aja cari makan berat lagi. Tapi seringnya sih kami makan berat sekali saja, sisanya ngemil.

Diatas itu kalau kami pergi hanya sehari saja, dengan kata lain pergi pagi pulang malam, tapi kalau misalnya pergi seminggu full, kami biasanya merencanakan, akan ke negara mana saja. Misalnya kami memutuskan untuk ke Belanda saja, maka kami pilih misalnya penerbangan ke Belanda yang termurah mendarat di mana, kami pilih kota itu, katakanlah Rotterdam, kami search apakah banyak yang bisa kami lakukan disana, kalau tidak banyak, explore kota sehari, lalu malamnya pergi lagi dengan flixbus atau kereta misalnya yang paling murah ke Amsterdam, jadi kami pilih Rotterdam-Amsterdam, bermalam di bus. Karena di Amsterdam banyak yang bisa dilihat, kami memutuskan menetap disana selama 3 hari, jadi kami booking hotel. Lalu kami cari lagi setelah Amsterdam kemana lagi, hingga satu minggu berlalu. Teman-teman yang pernah jalan dengan kami selalu berkata travelling dengan kami cukup berat, tapi cocok untuk backpacker, karena kami menggunakan waktu semaksimal mungkin sehingga bisa melihat banyak kota dan negara, tapi budget minim. Hehe. Cocok untuk muda-mudi miskin yang ingin jalan-jalan, banyak foto dimanapun, tapi juga gak kelaperan. Yuhuuu..

20200307_065547

Oya, satu lagi, kalau mau ke Eropa atau ke Indo biasanya kami lihat di skyscanner atau momondo, atau Scoot, Airlines baru adik dari SQ yang murah. Aku sendiri pernah ke Indo dengan Scoot. Cukup nyaman menurutku walaupun harganya murah. Tempat kakinya juga cukup luas. Hanya saja dengan Scoot kamu gak dapet makan, kecuali kamu pesan penerbangan yang juga include makan. Jadi, kalau kamu pilih Scoot, harga yang tercantum adalah harga kotor. Maksudnya harga kotor, belum dengan makan, koper, atau entertain seperti film dll. Jadi mereka hanya menulis harga kursinya saja. Kalau memang kamu gak butuh tempat koper, gak butuh makan dan entertain, ya harga itu saja yang harus kamu bayar,. Tapi, kalau kamu butuh makannya saja misalnya, bisa kamu pilih juga, kamu butuh bagasi kira-kira 20kg, ya tambah lagi biayanya, kalau mau pilih 30kg bagasi juga bisa, harga ya disesuaikan. Dll. Pokoknya dengan Scoot kamu memilih sendiri apa yang kamu butuhkan, tidak seperti pesawat lain yang dengan harga sekian sudah include semuanya. Kadang kalau pilih Scoot harganya bisa lebih murah dibanding lainnya, tapi kalai Airlines lain sedang ada promo besar, bisa juga kalau harga Airlines lain jadi lebih murah, tergantung. Maka dari itu, kalau mau hemat harus rajin-rajin perhatikan internet. Hehehe.

Our Insta is below here. Any questions on another insta won’t be answered just because the other one is my personal social media. Thanks 🙂

View this post on Instagram

#paris #france #throwback

A post shared by Caro & Bram (@caroandbram) on

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s