Kerja di Jerman

Pasti banyak yang penasaran, gimana sih rasanya kerja di luar negri? gimana sih rasanya kerja di Jerman? Kalau dibilang sih ada enak dan gak enaknya. Haha. Ya sama aja seperti kerja di Indo. Aku juga pernah kerja di Indo 3 tahun, jadi tahu rasanya kerja di Indo.

Setelah aku lulus Ausbildung, aku langsung diminta kerja di hotel tempatku Ausbildung, aku pikir ya kenapa nggak. Jadi aku menghabiskan masa kerja selama 2 tahun disana sebagai Frühstückschefin (kepala breakfast). Jadi, aku selalu bekerja mulai pukul 5.30-14.00. Pekerjaanku adalah mengkoordinasi semua orang, menempatkan mereka dimana harus bekerja dan harus melakukan apa, quality control, hygiene control, kaffeepause, Ansprechpartner Azubi (PIC untuk azubi), dan menerima segala kritik dari tamu. Agak stressig karena Azubi kadang susah diatur, aku harus jalan dari satu tempat ketempat lain untuk kontrol makanannya, telepon selalu berbunyi, semua orang cari aku. Kalau ada masalah di frühstück atau kaffeepause, aku yang kena marah oleh headchef dan orang lain. Pusing.

Tapi ada senangnya juga tentunya. Mungkin karena aku adalah orang yang extrovert, koleris, dan sanguin, menjadi pemimpin tentunya jadi kebanggaan untuk seorang koleris. Apalagi tidak ada satupun orang diatasku kecuali headchefku. Jadi aku berhak memutuskan segala sesuatu, dan jiwa koleris ku tentunya senang. Hehe. Dan juga, aku mendapatkan libur setiap sabtu minggu. Yuhuu. Bayangkan, kerja di perhotelan, kitchen, dapat libur sabtu minggu.

Dibandingkan di Indonesia, bekerja di Jerman menurutku lebih menyenangkan. Kenapa? Karena salah satunya, kami mendapat 5 minggu cuti, bahkan ada yang lebih. Di Indonesia sih, dapat cuti 3 minggu aja bisa gila kali. Hahaha. Lalu, tiap minggu wajib mendapat 2 hari. Kalau kantoran sih pasti sabtu minggu, kalau gastro sih disesuaikan. Kalau di minggu itu ada tanggal merah, jadi ya libur dalam minggu itu jadi 3 hari. Asyik kan. Hehehe.

Di Jerman juga gak ada yang namanya loyalitas pada perusahaan seperti di Indonesia. 8 jam kerja ya 8 jam. Waktunya pulang ya pulang. Kecuali memang kerjaan masih sangat menumpuk dan kami diminta overtime, ya kami lakukan. Tapi itupun, kelebihan jam kerja akan kami catat dan nantinya akan diganti dengan hari libur tambahan, pulang kerja lebih awal, atau uang. Juga tidak ada seperti ‘kalau bos belum pulang, saya juga tidak bisa pulang’. Gak ada seperti itu. Yang kami pikirkan kalau bos overtime adalah ‘ya itu sudah tanggung jawab dia, dia gaji lebih besar ya harus bersedia pulang lebih lama’ Hahaha. Menarik kan?

Dan juga, diluar jam kerja, perusahaan sebisa mungkin tidak mengganggu kamu. Kalaupun mereka harus telepon kamu atau chat, mereka pasti minta maaf dulu karena sudah mengganggu hari free time kamu. Hehehe. Jadi, gak akan ada yang namanya makan-makan bersama setelah kerja. Kalaupun ada party atau makan-makan seperti itu, itu akan kami lakukan dengan memotong jam kerja kami.

Oya, saat kerja juga ada yang namanya Probezeit atau masa percobaan yang biasanya 3-6 bulan lamanya. Seperti saat Ausbildung, disini juga kamu dinilai, kamu layak dapat posisi ini gak, hubungan dengan kolega, apa kamu mengerti instruksi yang diberikan oleh atasan, dll. Kalau lulus dari Probezeit baru deh tenang. Karena selama masa Probezeit, mereka bisa mengeluarkan kamu kapanpun mereka mau. Hehehe.

Kontrak kerja disini juga beragam. Ada yang dibatasi waktu dan ada yang unbefristet atau tidak terbatas. Paling senang tentunya kalau dapat yang unbefristet. Karena dengan kontrak kerja unbefristet, mereka tidak bisa sembarangan memecat kamu, kalaupun dipecat, mereka harus memberikan uang pesangon yang sangat tinggi. Di Jerman juga ada yang namanya Arbeitslosengeld atau uang tidak bekerja. Waktu misalnya kontrak kerja kamu habis dan mereka tidak mau memperpanjang kontraknya, kamu bisa daftar untuk dapat Arbeitslosengeld, sehingga di masa dimana kamu tidak memiliki pekerjaan, negara akan memberi kamu uang. Kamu juga bisa daftar agar rumah yang kamu sewa dibayarkan oleh pemerintah atau mendapat rumah dengan harga sewa 50% lebih rendah. Tapi tentunya dengan mematuhi persyaratan yang ada seperti misalnya kamu menunjukan kalau kamu sedang mencari kerja, atau kamu sedang ikut weiterbildung, dll.

Sulitnya kerja di Jerman adalah kolega. Kadang koleganya menyebalkan. Ya itu terjadi gak cuma di Jerman aja sih, dimana-mana. Tapi, karakter orang Jerman itu suka merasa paling pintar, paling hebat, paling bisa, orang lain bodoh, gue pinter, dan senang berdiskusi. Seperti itu yang membuat kami sebagai orang asia agak susah. Kalian tahu lah  bagaimana kultur orang asia yang dididik untuk mengalah, disuruh apapun mau, loyalitas pada perusahaan adalah segalanya, dan memendam pikiran. Disini, kalau kamu seperti itu, habislah jiwa dan raga. Kami disini harus bisa diskusi, menyatakan apa yang ada dipikiran, berdebat, dan keras. Karena kalau tidak seperti itu, susah menyeimbangkan kultur kerja disini.

Juga gaji. Pajak di Jerman sangat tinggi. Pajak kerja langsung terpotong saat kamu gajian. Jadi, gaji yang kamu dapatkan sudah benar-benar netto. Tidak akan terpotong lagi. Jadi, jangan salah pikir, kalau kamu baca di website, gaji kerja di jerman sebagai pilot misalnya 4000€ brutto. Kamu harus baca jelas disini, brutto, yang berarti belum terpotong pajak dll. Netto yang akan kamu dapatkan hanya 50-70% brutto. Semakin tinggi gaji kamu, semakin besar pula potongan pajaknya. Misalnya, orang dengan brutto 2000€ akan mendapat netto kira-kira 1350€. Dan orang dengan brutto 8000€ akan mendapat netto kira-kira 4000€. Dasyat kan. Belum lagi dari netto yang kamu terima itu masih untuk bayar asuransi sana sini, tiket, dll. Kalau kamu belum tahu, di Jerman semua barang di asuransikan. Kunci rumah, hp, rumah rusak, kebanjiran, semua itu asuransi yang berbeda. Yang membuat saat kamu tinggal di Jerman, asuransi yang biasanya terkesan gak penting, begitu tinggal disini kamu akan merasa butuh semua asuransi sehingga akhirnya kamu punya asuransi sana sini.

Sepertinya itu saja yang bisa aku bagikan kali ini. Jadi, lebih enak kerja dimana? Sepertinya kultur kerjanya lebih menyenangkan di Jerman. Tapi kalau lihat dari gaji, aku udah hitung pada akhirnya sama saja. Hihihi.

Our insta is below here. Any questions on another insta won’t be answered. Just because the other one is my private social media. Thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s