Ausbildung lewat Agen??

Karena beberapa orang bertanya tentang agen Ausbildung kepadaku, akhirnya aku jadi terpikir juga buat jelasin lebih detail di blog, dibandingin mengetik, jawab ke tiap orang satu persatu. Haha.

IMG_1800
Work work work with Bestie~

1. Lebih baik mandiri atau lewat agen?

Aku sendiri bisa masuk Ausbildung dengan usaha sendiri atau mandiri (gak lewat agen). Dan aku tentunya lebih bahkan sangat menganjurkan mengurus segalanya sendiri.

2. Kenapa gak lewat agen?

Aku udah tinggal di Berlin 5 tahun. 1 tahun Aupair, 3 tahun Ausbildung, dan 1 tahun terakhir ini kerja. Dan jujur, sampai selama ini di Jerman, aku belum pernah lihat, denger, dan tahu ada orang yang masuk Ausbildung lewat agen. Orang Indonesia terbiasa dengan mental “instan, manja”, inginnya gampang. Kasih uang, tahu beres, pergi deh. Padahal gak tau nantinya gimana. Begitu juga dengan orang-orang yang ikut agen menurutku.

Aku kenal dengan beberapa orang yang datang untuk kuliah melalui agen. Mereka diharuskan membayar sangat mahal untuk datang ke Jerman dan dijanjikan tempat tinggal, kuliah, dll. Pada kenyataannya mereka hanya dapat visa 6 bulan (dimana semua orang yang mengurus sendiri sekolah bahasa juga dapat visa selama itu), tempat tinggal hanya selama 3 bulan (dan 1 apartment bisa diisi sampai 24 orang yang padahal seharusnya hanya untuk 3 orang -_- miris), dan sekolah bahasa intensiv selama 3 bulan. Studienkolleg (Tahapan pertama untuk kuliah di Jerman, seperti kelas 13) aja belum tentu mereka urus. Sisanya? pikir sendiri. Wow! Lalu, uang 50-ratusan juta itu dibawa kemana?

Coba pikirin deh, sekolah bahasa intensiv sebulan kira-kira 200-250€. Visa paling nggak 1 juta. 1 kamar apartment sekitar 300-500€ perbulan. Semua itu gak sampe 40 juta untuk 3 bulan. Belum lagi, diluar kamu harus bayar agen ratusan juta itu, kamu juga harus punya uang di tabungan sebagai jaminan. Kalau kamu anak orang kaya sih santai. Tinggal kipas-kipas pakai uang. Kalau bukan? Kasian orangtuamu lah.

Memang lewat agen mungkin jadi lebih mudah, karena tanpa agen kamu harus sangat mandiri, mengurus hal-hal kecil sendiri. Seperti membuka bank, cari temen di Jerman, cari tempat tinggal sendiri, bertanya sendiri, dll. Tapi dengan kemudahan internet sekarang, hal itu jadi mudah. Lagian, memang mengurus hal-hal itu gak sulit, hanya butuh kemauan dan kesabaran. Butuh temen? ada PPI, ada gereja Indonesia dimana-mana. Tinggal ketik di google. Haha. Banyak kok orang-orang yang kuliah di Jerman, dateng tanpa agen. Bram salah satunya. Hehe.

3. Yang diatas itu kan kuliah, kalau Agen Ausbildung gimana?

Menurut aku, agen Ausbildung lebih gak make-sense lagi. Karena banyak yang bertanya mengenai agen ausbildung kepadaku, aku iseng-iseng cari tahu tentang agen-agen ausbildung tersebut. Cukup lucu juga. Aku ausbildung 3 tahun, kayaknya apa yang mereka sebutin gak pernah saya alami. Yaaa.. namanya juga orang cari uang ya, yang gak mungkin pun jadinyanya ditulisin buat cari pelanggan. Menarik. Dari situ aja aku udah gak percaya. Dengan kesulitan aku yang luar biasa untuk bisa dapet Ausbildung (dan aku melamar saat aku udah di Jerman dengan kemampuan bahasa yang udah lumayan), di agen semua keliatan mudah.

4. Lalu, cara melamar Ausbildung sendiri bagaimana?

Pertama, lihat ausbildung.de untuk pekerjaan yang kamu inginkan. Lalu coba cari di google contoh : Koch Ausbildung platz atau Koch Ausbildung Stelle. Terus nanti muncul semua tempat yang sedang membutuhkan Azubi. Siapkan surat lamaran dalam bahasa jerman, CV, ijazah yang sudah di translate, dll. Kirim lewat email. Atau langsung telepon untuk bertanya itu lebih baik. Nanti coba tanya apabila wawancaranya bisa dilakukan lewat telepon kalau kamu mendapatkan jawaban positif. Kirimnya jangan hanya ke 1 tempat, tapi beberapa tempat. Kalau Tuhan berkehendak, pasti diberi tempat di salah satunya kok. 🙂 Aku gak pernah coba melamar saat aku di Indonesia, tapi pasti bisa.

5. Gaji 400-600 bersih, tempat tinggal dan makan dari Arbeitgeber (tempat kerja)

Totally bullshit. Uang 400-600 itu harus kamu pake untuk tempat tinggal, transport, dan makan. Pokoknya kebutuhan kamu. Ya ada juga yang namanya Azubi Wohnheim (Kosan untuk Azubi) yang harganya lebih murah dibandingkan apartment biasa. Tapi ya tetep aja kamu harus bayar sendiri dari uang gaji kamu itu. Ya mungkin di agen tersebut ada orang dalam yang punya rumah terus mau bagi-bagi ruangan #positivethinking . Transport, kalau tempat tinggal kamu dekat dengan tempat kerja, ya iya gak perlu keluar uang untuk transport juga, tinggal jalan kaki -_-. Lalu makan, kalau kamu Ausbildung koki, ya iya kamu bisa makan waktu sedang kerja. Tapi kan mereka gak kasih kamu makan 3 hari sekali. Paling juga cuma sekali saat jam istirahat. Sisanya ya beli makan sendiri. Kalau libur juga harus beli makan sendiri. -_- Gaji aku di tahun pertama Ausbildung (450€ netto, brutto 700€. Berlin FYI, kota lain mungkin beda, kebutuhan juga beda) bahkan gak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Emosi jadinya -_- Haha

6. Ausbildung cuma untuk gastronomi, perhotelan, dan kesehatan

mending liat ausbildung.de deh. Berapa puluh pekerjaan dengan sistem Ausbildung. Ini di Jerman, bukan di Indonesia yang mau kerja jadi apapun harus lewat yang namanya kuliah.

IMG_0603
Persiapan untuk acara 900 orang

7. Sistem belajar 2 hari, lalu 3 hari kerja, lalu 2 hari libur

Wow itu sih surga. Haha. Ausbildung disini keraaasss.. Cape! untuk Koch Ausbildung di Berlin, dalam satu bulan 3 minggu kerja dan 1 minggu Berufschule (Beruf=pekerjaan, Schule=sekolah atau hari belajar di sekolah). Mungkin bisa berbeda tiap kota, tapi setahuku dimanapun sama sistemnya untuk koki. Dapet libur waktu weekend itu aku  udah sangat bahagia, karena aku lebih sering kerja sabtu minggu dibandingkan libur. Haha. 1 minggu Berufschule itu sudah seperti surga kadang-kadang, karena pekerjaan di hotel sebagai Azubi berat.

8. Kerja sampingan saat Ausbildung

Silakan kalau kamu ingin di deportasi :). Pada Ausbildung visa tertulis jelas kalau kamu hanya boleh bekerja di Betrieb (tempat praktek) kamu. Kecuali, mungkin kalau kamu benar-benar butuh uang dan membicarakan lebih dahulu dengan Betrieb kamu. Kalau mereka yes, mungkin boleh. Tapi selama aku Ausbildung, belum pernah ada yang kerja sampingan sih. Karena kerja di Betrieb aja sudah cukup bikin kamu sakit kaki tiap malam :´)

9. Level bahasa untuk Ausbildung

Aku sendiri waktu itu gak punya sertifikat bahasa kecuali sampai A1. Karena aku merasa gak butuh sertifikat, jadi hanya kursus tanpa ikut tes. Lagipula, mereka gak melihat level bahasa kamu sampai mana. Asalkan waktu wawancara kamu bisa mantap menjawab dan mengerti pertanyaannya, dan waktu Probe Tag (1 hari percobaan) kamu mengerti apa yang mereka suruh kamu lakukan, aku pikir cukup. Tapi, bukan berarti, “wah, gw udah ngerti apa yang guru les bilang di A1, berarti gw bisa nih” Wah, itu beda loh. Kamu harus pikirin, mereka rata-rata ngomong dengan logat, cepet, apalagi kamu diharuskan bekerja cepat, jadi seringkali mereka menginstruksikan sesuatu dengan cepat saat kamu berkonsentrasi dengan 1 hal. Jadi, dalam Ausbildung, bahasa yang cukup lancar sangat sangat sangat penting

10. Visa Ausbildung

Ini yang teeerrrrrrrrsulit diantara yang lain. Visa. Mungkin kamu yang lewat agen bisa mendapatkan Betrieb, tapi visa belum tentu. Aku sendiri mungkin udah mengeluarkan ber-ember-ember air mata saat pengurusan Visa. Karena seperti yang udah aku ceritain pada tulisanku yang lain (Ausbildung koki di Jerman!!), Ausbildung sebenarnya nggak diperuntukkan orang asing, baru-baru ini aja waktu mulai banyak orang asing ke Jerman, mereka sedikit memperluas sasarannya. Tapi tetep aja, waktu ada orang jerman yang melamar barengan dengan kamu, mereka akan lebih memilih orang tersebut. Ya, prioritas masih orang Jerman. Dan ada juga kemungkinan saat kamu mendapat tempat Ausbildung atau Betrieb, surat kontrak ditangan, kamu datang ke kantor Ausländerbehörde (kantor orang asing) untuk perpanjang visa, visa kamu ditolak dengan alasan banyak orang Jerman yang menginginkan pekerjaan ini. Lalu pupus lah semua harapan. Terus gimana? Ya pulang ke Indonesia, mau gimana lagi. Atau coba cari Ausbildung lain dan begitu dapet, apply visa lagi, terus gitu sampai visa habis. Lalu yang ikut agen gimana? ya sama aja, pulang ke Indonesia. Agen gak akan bertanggung jawab saat terjadi hal seperti itu.

Aku menyampaikan ini bukan aku asal ngomong, tapi memang banyak kejadian kayak gitu. Beberapa temanku di tahun 2018 ini ingin ikut Ausbildung koki. Aku coba masukkan ke hotel tempatku bekerja. Dia berhasil diterima, udah Probe Tag, surat kontrak ditangan, tinggal urus visa dan dia bisa Ausbildung. Tapi sayangnya, Visa dia ditolak. Berbagai cara sudah dia coba, tapi tetap gak bisa dan pada akhirnya dia pulang abis ke Indonesia.

Aku bukan menakut-nakuti atau menghilangkan harapan. Tapi itulah yang harus kamu siapkan. Penolakan mungkin terjadi. Karena akhir-akhir ini di Jerman banyak datang pengungsi dari Syria dan Turki, maka mereka semakin memperketat visa Ausbildung untuk orang asing.

11. Berufschule sulit?

Kalau kamu sudah bisa melewati semuanya, saatnya memulai kerja dan Berufschule. Disini juga bahasa kamu diuji. Kamu harus bersaing dengan orang-orang jerman dikelasmu dengan pola pikir jerman dan frekuensi debat yang dramatis. Haha. Kalau aku dulu gak mengalami kesulitan apapun, karena aku tipe orang yang mudah bergaul dan senang debat, jadi dulu aku punya banyak teman dan bicara bukan masalah buatku. Banyak juga sih teman orang Indonesia disini yang kuliah bilang kalau seringkali sulit untuk kerja kelompok karena gak ada yang mau sekelompok dll. Ya, menurutku tiap orang berbeda. Aku gak pernah mendapat masalah dengan itu karena teman jermanku banyak. Kadang orang asing malu dan gak pd untuk bicara, jadi gak punya teman. Hilangin pikiran itu, mulai bicara, maka kamu juga dapet teman disini.

IMG_0704
Wir haben Spaß!!

12. Dikeluarkan dari tempat kerja

Ya itu sangat mungkin sih. Bukan hanya orang asing yang gak ngerti bahasa saja, orang jerman pun yang tidak bisa diajak bekerja sama akan dikeluarkan. Aku kerja sebagai Frühstückscheffin (kepala breakfast) di hotel, dan salah satu tugasku juga mengurus Azubi yang baru masuk. Jadi, tiap kali ada Koch Azubi baru, dia akan ditempatkan di Abteilung (bagian) yang aku pegang. Setelah 2 minggu sampai 1 bulan, biasanya head chef akan memanggilku, terus bertanya tentang anak yang baru masuk itu, apa dia layak dipertahankan atau nggak. Aku sih fair, gak lihat dia asalnya dari mana, mau orang Jerman atau orang asing, kalau menurutku gak bisa kerja, malas, gak ada kerjasama tim, aku akan bilang kalau dia kerjanya buruk. Tapi aku bilang hal seperti itu ke head chefku, kalau aku udah berusaha ngomong dengan dia tentang cara kerjanya, dan dia gak menunjukkan adanya perubahan. Setelah itu biasanya orang tersebut akan diajak bicara sekali lagi dengan Chefku dan aku, lalu dilihat lagi ada perubahan atau nggak, kalau tetep gak ada, ya Tschüüüßß (dadah). Gak jarang juga tanpa ditanya pun, aku langsung melapor ke Head Chef kalau aku merasa seseorang gak cocok atau gak bisa kerja. Dan banyak Azubi yang akhirnya dikeluarkan. Sekali lagi, coba baca Ausbildung koki di Jerman!! Maka itu bahasa akan sangat sangat sangat penting pada Ausbildung.

Cheers :))

Our insta is below here. Any questions on another instagram won’t be answered. Just because the other one is my private social media.

 

10 komentar

  1. Hai, aku mau nanya kalau mendaftar ausbildung dr indonesia secara mandiri atau melalui agen, apakah hrs ada jaminan sebesar 3000 euro di rekening kita nanti? Mgkn km pernah dgr ttg ini dr tmn2 dr indonesia yg sdh ikut ausbildung disana?

    Suka

  2. Hi Carolina, mau tanyaa kalau visa ausbildung itu bs diurus oleh pihak orangtua di Indonesia kalau yg bersangkutan sedang bekerja di luar negeri? Thanks

    Suka

  3. Vielen Dank untuk sharing nya 😊
    Dan itu bener harus mandiri apa2 di Jerman.
    Oh ya aku mau tanya aku kan thn ini mau ikut ausbildung als Hotelfachfrau, aku udh dpt panggilan buat probetag (skrng sdh slesai probetag)
    Pengalaman km probetag dan stelahnya km diterima berapa lama dari hari probetag ?
    Thanks.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s